Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

PERANG

Gambar
  Dekontruksi Kemenangan : Saatnya Manusia Menyadari Bahwa Pemenang Perang Adalah “Pecundang” Manusia benci perang, tapi selalu mengabadikan atau mengagungkan kemenangan atas perang, banyak catatan Sejarah dimanapun peradaban di dunia ini, selalu mengaungkan kemenangan atas perang, apa yang sebenarnya menjadi pedoman tentang hal itu? Apakah pedoman PEMIKIRAN itu bisa dirubah,agar diksi “perang” hilang dari kamus manusia dimasa depan, jadi tidak ada lagi yang Namanya perang militer,perang atasnama agama, perang tarif dan perang-perang yang lainnya???   “pemenang” adalah yang tahu kapan harus berhenti   “menang sendiri” menjadi dasar berpikir trend kedepan? Kenapa kemenangan perang sering dijadikan simbol kejayaan dan kebanggaan?? Kenapa kemenangan perang diagungkan? Beberapa hal tentang itu,coba dilihat : TESA : Psikologi Kolektif: Kemenangan sebagai Validasi Eksistensi Manusia, sebagai entitas sosial, punya kebutuhan mendalam untuk diakui dan mengukuhkan identita...

epoché

Gambar
  epoché Sejak kecil, ia punya mimpi yang tak biasa: menjadi ahli saham. Bukan karena ingin cepat kaya, tapi karena ada sesuatu yang memesona dalam grafik-grafik yang bergerak, dalam naik-turun angka yang tampak acak namun terasa menyimpan pola tersembunyi. Dunia pasar modal baginya seperti bahasa rahasia yang menanti diterjemahkan. Tapi hidup membawanya ke banyak kelokan. Ia mencoba berbagai bisnis, menjajal usaha demi usaha, tapi semuanya berakhir dengan kelelahan yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Terlalu banyak drama dalam dunia usaha, Ia jenuh. Bukan jenuh pada kerja keras, tapi jenuh pada watak dan orang ditemuinya penuh trik dan drama. Di titik itulah ia berhenti. Bukan menyerah, tapi memutuskan untuk berdiam . Dalam diam itu, ia bertemu Tantra bukan sebagai ajaran, tapi sebagai pengalaman. Tantra mengajarkannya untuk melepaskan segala konsep dan penilaian. Dalam dunia fenomenologi, ini disebut epoché keputusan sadar untuk menangguhkan segala prasangka, mengesa...

Heuristik

Gambar
Heuristik dalam Agama: Jalan Pintas Pikiran atau Perangkap Spiritualitas? Etimologi heuristik berasal dari bahasa Yunani heuriskō (εὑρίσκω), yang berarti “aku menemukan.” Kata ini menjadi akar dari ungkapan terkenal Eureka (εὕρηκα), yang berarti “aku telah menemukannya,” dikaitkan dengan momen penemuan prinsip fisika oleh Archimedes. Secara etimologis, heuristik menekankan tindakan aktif pencarian dan penemuan, bukan penerimaan pasif terhadap informasi. Dalam konteks ini, heuristik bukan sekadar teknik berpikir, melainkan semangat eksplorasi demi memperoleh pemahaman yang lebih dalam terhadap suatu masalah atau fenomena. Evolusi Historis heuretik : Dari Dialektika ke Kognisi Modern Pada masa Yunani Kuno, pendekatan heuristik tercermin dalam metode dialektika Socrates, yang menekankan pencarian kebenaran melalui tanya jawab dan refleksi mendalam. Metode ini menghindari doktrin yang kaku dan justru mendorong lahirnya pengetahuan melalui dialog internal dan eksternal. Selama A...
Gambar
Antara Eling lan Posting: Urip Ra Usah Tampil Terus Jogja, 10 malam. Angkringan depan gang udah mulai sepi. Wedang uwuh tinggal setengah. Di pojok meja, hape terus kebuka. Scroll, refresh, buka IG, balik lagi ke Twitter, terus ke TikTok. " Duh, udah 20 menit story-ku belum ada yang lihat. Apa HP-nya pada mati semua apa gimana sih?" gumamku dalam hati, sambil nyeruput wedang uwuh dengan ekspresi wong kehilangan tujuan hidup. Tampil Terus, Capek Gak Sih? Jaman saiki, urip rasane kudu tampil terus. Posting sarapan. Posting kerja. Posting capek. Bahkan pas lagi pengin sendiri, tetep bilang, "Take time to heal." ...dan itu pun di-post juga. Kayak hidup tuh gak lengkap kalo gak diarsipin online. Tapi, pertanyaan mendasarnya: "Kamu hidup... atau kamu tampil hidup?" Karena beda loh. Urip kui eling. Tampil kui tuntutan. Eling: Seni Menepi Tanpa FOMO Tantra bukan nama cewek india tapi   elmu ngajarin soal "eling". Eling itu bukan ...